Secara kategoris, buku ini menguraikan konsep, teori, model, dan perencanaan bahan pengajaran yang efektif. Uraian yang ada dalam buku ini dapat disesuaikan pada kelas mana pun dengan mudah, sehingga guru dan instruktur pendidikan dapat menggunakan panduannya di kelas multikultural.
Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan.
Hingga kini, tidak banyak guru yang mengetahui pentingnya penerapan pembelajaran tematik di sekolah, terutama bagi siswa kelas 1-3 SD/MI. Padahal, proses belajar para peserta didik di ranah usia ini termasuk proses belajar anak usia dini.
Belajar adalah istilah kuci (key term) yang paling vital dalam setiap usaha pendidikan, sehingga tanpa belajar sesungguhnya tak pernah ada pendidikan. Sebagai suatu proses, belajar hampir selalu mendapat tempat yang luas dalam berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan upaya pendidikan.
Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan masyarakat, pemahaman cara belajar anak, kemajuan media komunikasi dan informasi dan lain sebagainya memberi arti tersendiri bagi kegiatan pendidikan.
Pembelajaran IPA merupakan rumpun ilmu, yang memiliki karakteristik khusus yaitu mempelajari fenomena alam yang faktual (factual), baik berupa kenyataan (reality) atau kejadian (events) dan hubungan sebab-akibatnya.
Disadari atau tidak, statistika telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pernyataan-pernyataan seperti: tiap bulan habis Rp. 50.000,00 untuk keperluan rumah tangga, ada 60% penduduk yang memerlukan perumahan, setiap hari terjadi 13 kecelakanaan di Jawa Barat, hasil padi musim panen mendatang diperkirakan 50 kuintal tiap hektar dan 10% anak-anak SD mengalami putus sekolah tiap tahun, …
Belajar merupakan hal yang kompleks. Kompleksitas belajar tersebut dapat dipandang dari dua subyek, siswa dan guru. Dari segi siswa, belajar dialami sebagai suatu proses, yakni proses mental dalam menghadapi bahan belajar yang berupa keadaan, hewan, tumbuhan, manusia, dan bahan yang telah terhimpun dalam buku pelajaran.
Profesionalitas tenaga kependidkan, termasuk tenaga keguruan menjadi suatu keniscayaan, teutama tatkala pendidikkan dan pembelajaran semakin diakui keberadaannya oleh masyarakat.
Guru adalah sosok kunci dalam proses pendidikan. Jika guru memiliki kualitas yang dapat diandalkan, pendidikan pun akan mempunyai kualitas yang baik pula. Namun, tak jarang, sebagian orang yang memilih profesi sebagai guru belum bisa dikatakan mempunyai kualitas yang sesuai.